Sore hari ini awan dilangit terlihat gelap tidak seperti
biasanya matahari pun tertutupi oleh gerombolan awan tebal nan gelap tak tampak
untuk menyinari sisa-sisa cahaya yang mulai meredup dan tenggelam di ufuk
barat, bertanda bahwa hujan sebentar lagi akan turun untuk membasahi bumi, dan
adzan magrib pun sebentar lagi akan berkumandang di setiap toa-toa masjid. Sedangkan
saya masih sibuk dengan lamunan yang menatap keluar jendela melihat pemandangan
yang begitu gelap. Entah apa yang lagi saya fikirkan. Mungkin galau yaaaa.....
Tersadar ketika suara adzan telah berkumandang di masjid
terdekat dan ketukan pintu kamar yang di ketuk oleh adik untuk mengajak solat
berjamaah di masjid, yeah sudah menjadi kebiasaan bagi kami setiap kali solat
magrib pasti kami bersama sama solat berjamaah dimasjid selain itu kami hanya
solat masing masing di rumah, lamunan saya pun buyar entah lari kemana tidak
sempat lagi untuk memikirkannya, dan bergegaslah untuk siap-siap ganti baju
solat dan berwudhu, walaupun belum mandi hehehehe,,,,,
Tapi tidak apa enggak bau juga kok, mandinya setelah
solat magrib aja. Masjid jaraknya sekitar 50 meter dari rumah, dipertengahan
jalan hujan rintik rintik telah turun dari langit, dengan ajakan adik untuk
lomba lari sampai duluan ke masjid menjadi semangat agar tidak basah oleh
rintikan hujan ini.
Dan herannya ketika telah selesi melaksanakan solat
magrib berjaamah dimasjid eh, itu hujan malah berhenti sudah,,, syukur alhamdulillah jadi tak perlu menunggu
hujan redah untuk pulang tetapi langsung pulang, walaupun tak solat sunah
badiah, seperti berangkat td pulang pun berlaku untuk lanjut lomba larinya
menuju kerumah, dan pemenang nya ,,,, taraaaaa.. saya lah pemenangnya lomba
lari pulang dari masjid, tetapi kita impas berangkat tadi saya kalah dan pulang
saya menang.
Entah kenapa heran sesampai di rumah pun hujannya mulai
turun kembali dan kali ini betul betul hujan lah yang turun di karenakan
hujannya sangat deras, dan membuat suara yang sangat berisik di malam hari ini.
Semua mungkin perlu saya syukuri kami berangkat kemasjid
tidak ke hujanan dan pulang pun tidak pula kehujanan namun sesampainya telah
melaksanakan kebutuhan kami, hujan itu barulah menyempurnakan pekerjaannya yakni
membasahi bumi ini untuk menyegarkan
tumbuh – tumbuhan yang ada di sekeliling ini. Dibalik hujan yang turun tak
perlu untuk menyesalinya apalagi untuk mencemoohnya, alangkah baiknya untuk
melihat dari segi kebaikannya (Positif) hujan turun membawa rahmat bagi tumbuhan
yang sedang kekeringan, membasahi yang sedang kepanasan dan masih banyak lagi
manfaat lain yang ada dari setiap turunnya air hujan dari langit itu.






0 komentar:
Posting Komentar