Belajar dari Mencoba

Informasi data pribadi tentang kehidupan yang terjadi

Sabtu, 15 Juli 2017

Rusa Vs Singa

Kecepatan lari seekor rusa mencapai 90 km/jam, Sedangkan kecepatan lari Singa cuma 58 km/jam.
Meski kecepatan lari kedua makhluk ini berbeda jauh sekali anehnya seringkali Singa begitu gampang memburu rusa dan memangsanya. Kok Bisa?
ilustration by Google.

Ketika mengetahui seekor Singa mengintai & memburunya, seekor
Rusa berlari secepat angin untuk menyelamatkan dirinya. Namun dalam waktu yang bersamaan  rusa yakin betul bahwa singa akan memangsanya. Rusa merasa bahwa dirinya lemah dibandingkan dengan singa. Rusa berpikir mustahil dirinya bisa lolos dari sergapan singa.
Ada ketakutan rusa pada singa yakni dirinya tidak akan lolos dari terkaman singa, Ini yang membuat rusa senantiasa melihat ke belakang saat berlari, untuk memantau seberapa jauh jarak singa yang ada dibelakangnya. Pantauan mematikan ini berpengaruh secara negatif terhadap kecepatan rusa.
Pantauan-pantauan inilah yang membuat lari rusa semakin lambat dan membuat singa semakin mendekatinya. Dan selanjutnya singa menyergap dan memangsanya, lalu melahapnya.
ilustration by Google.
Andai saja rusa tidak sering-sering  melihat ke belakang, niscaya kecepatannya akan stabil dan sudah pasti singa tidak dapat memangsanya.
Kalau saja rusa mengerti betul titik kekuatannya ada pada kecepatannya, niscaya dia akan selamat dari cengkraman singa. Banyak sekali waktu yang sudah kita buang untuk melihat kebelakang, Sehingga kita pun akhirnya dimangsa oleh kegagalan-kegagalan masa lalu. Seringkali ketakutan-ketakutan kita pada kegagalan membuat kita jatuh ke dalamnya.
Seringkali kegagalan masa lalu membuat kita tidak percaya diri bahwa kita mampu menggapai sukses dan mampu mewujudkan cita-cita kita. Dan akhirnya ketakutan itu benar-benar  membunuh kita.


Lupakan apa yg ada dibelakang kita, mari menatap kedepan, ada begitu banyak kesempatan dan peluang utk meraih kesuksesan.

Senin, 03 Juli 2017

Anakku Ranking ke-23


Di kelasnya ada 25 orang murid, setiap kenaikan kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa panggilan ini kurang enak didengar, namun anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan semua orang adalah tentang jagoan mereka masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua orang pun bertepuk tangan. Tapi anak perempuan kami terlihat sangat sibuk membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya.
Didesak orang banyak, akhirnya dia menjawab ,,,
"Saat aku dewasa, cita-citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan apa cita-citanya yang kedua.
Dia pun menjawab ,,,
"Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang."
Semua sanak keluarga saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Nampak raut muka isteriku pun terlihat canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, isteriku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak hanya
menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak memahami akan nilai di sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang membawa serta keluarga mereka. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan kebolehannya.
Anak kami tidak punya keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan sangat gembira. Dia seringkali lari ke belakang untuk mengawasi bahan makanan, merapikan kembali kotak makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap wadah sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau saling membaginya. Para orang tua membujuk mereka, namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk berdamai. 
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas berbentuk hewan masing-masing, dan mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan. Dalam soal itu tertera: SIAPA TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI DAN APA ALASANNYA?
Dan jawaban dari semua teman sekelasnya sama, tak ada satu pun yang beda. Mereka serentak menuliskan nama anakku.
Mereka bilang karena anakku sangat senang membantu orang, selalu memberi semangat, selalu
menghibur, selalu enak diajak berteman, dan banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian ,,,
"Anak bapak ini kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu".
Tak berselang lama aku mencandai anakku dan berkata padanya ,,,
"Suatu saat kamu akan jadi pahlawan".
Anakku yang sedang merajut selendang leher tiba-tiba menjawab ,,,
"Bu guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan."
Dia lalu melanjutkan ,,,
"Ayah... Aku tidak mau jadi pahlawan. Aku mau jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan saja."
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan, jadi orang-orang hebat, atau orang terkenal. Namun anakku memilih untuk menjadi orang yang tidak 'terlihat'. Seperti akar sebuah tanaman, tidak terlihat, tapi dialah yang mengokohkan, dialah yang memberi makan dan dialah yang memelihara kehidupan yang lain.

Sahabatku,,,
Hidup itu bukan semata-mata untuk menunjukan siapa yang paling penting, siapa yang paling berperan, atau siapa yang paling hebat, tapi sederhana saja, siapa yang paling bermanfaat bagi yang lain ...

Minggu, 23 April 2017

ALANGKAH BAIKNYA BERFIKIR POSITIF

Sore hari ini awan dilangit terlihat gelap tidak seperti biasanya matahari pun tertutupi oleh gerombolan awan tebal nan gelap tak tampak untuk menyinari sisa-sisa cahaya yang mulai meredup dan tenggelam di ufuk barat, bertanda bahwa hujan sebentar lagi akan turun untuk membasahi bumi, dan adzan magrib pun sebentar lagi akan berkumandang di setiap toa-toa masjid. Sedangkan saya masih sibuk dengan lamunan yang menatap keluar jendela melihat pemandangan yang begitu gelap. Entah apa yang lagi saya fikirkan. Mungkin galau yaaaa.....
Tersadar ketika suara adzan telah berkumandang di masjid terdekat dan ketukan pintu kamar yang di ketuk oleh adik untuk mengajak solat berjamaah di masjid, yeah sudah menjadi kebiasaan bagi kami setiap kali solat magrib pasti kami bersama sama solat berjamaah dimasjid selain itu kami hanya solat masing masing di rumah, lamunan saya pun buyar entah lari kemana tidak sempat lagi untuk memikirkannya, dan bergegaslah untuk siap-siap ganti baju solat dan berwudhu, walaupun belum mandi hehehehe,,,,,
Tapi tidak apa enggak bau juga kok, mandinya setelah solat magrib aja. Masjid jaraknya sekitar 50 meter dari rumah, dipertengahan jalan hujan rintik rintik telah turun dari langit, dengan ajakan adik untuk lomba lari sampai duluan ke masjid menjadi semangat agar tidak basah oleh rintikan hujan ini.
Dan herannya ketika telah selesi melaksanakan solat magrib berjaamah dimasjid eh, itu hujan malah berhenti sudah,,,  syukur alhamdulillah jadi tak perlu menunggu hujan redah untuk pulang tetapi langsung pulang, walaupun tak solat sunah badiah, seperti berangkat td pulang pun berlaku untuk lanjut lomba larinya menuju kerumah, dan pemenang nya ,,,, taraaaaa.. saya lah pemenangnya lomba lari pulang dari masjid, tetapi kita impas berangkat tadi saya kalah dan pulang saya menang.
Entah kenapa heran sesampai di rumah pun hujannya mulai turun kembali dan kali ini betul betul hujan lah yang turun di karenakan hujannya sangat deras, dan membuat suara yang sangat berisik di malam hari ini.

Semua mungkin perlu saya syukuri kami berangkat kemasjid tidak ke hujanan dan pulang pun tidak pula kehujanan namun sesampainya telah melaksanakan kebutuhan kami, hujan itu barulah menyempurnakan pekerjaannya yakni  membasahi bumi ini untuk menyegarkan tumbuh – tumbuhan yang ada di sekeliling ini. Dibalik hujan yang turun tak perlu untuk menyesalinya apalagi untuk mencemoohnya, alangkah baiknya untuk melihat dari segi kebaikannya (Positif) hujan turun membawa rahmat bagi tumbuhan yang sedang kekeringan, membasahi yang sedang kepanasan dan masih banyak lagi manfaat lain yang ada dari setiap turunnya air hujan dari langit itu. 

Sabtu, 22 April 2017

SEMUA ADA HIKMAHNYA

Waktu Berlalu sesuai Perubahan Zaman Musim berganti itu Rumus Alam, Nasib berubah itu dari Kemauan serta Dedikasi untuk menjadi yang baik dari Masa ke Masa. Semua Usaha InsyaAllah berhasil karena Allah SWT Maha Pemurah dan Penyayang HambahNya. Terkutip dari perkataan Ketua Umum DPP Peradin Advokat Ropaun Rambe yang melihat dan menjadi anggota dibawah bimbingan organisasinya Posbakumadin. 
Muhamad Nor, SH ketika itu seorang penyanyi lokal Wilayah Balikpapan kehidupan yang begitu keras di kota itu, namun takdir untuk merubah kehidupan  membuahkan hasil dari penyanyi hingga menjadi seorang Advokat. Itu lah perjalanannya, kala itu saya hanya mendengar cerita dari teman tentang seorang penyanyi yang menjadi Advokat di balikpapan, saya juga tidak pernah bertemu orangnya dan itu membuat saya penasaran dengan orang itu “siapa sih Muhamad Nor” “yang mana sih itu orangnya” itu lah perkataan yang membuat saya penasaran namun akhirnya perjalanan membawa saya untuk bertemu langsung denga orang yang membawa saya penasaran, ia saya bertemu dengan nya di bawah naungan Posbakumadin Balikpapan.
 Ada begitu banyak pelajaran yang pantas untuk diambil dan dijadikan contoh dalam kehidupan ini, awalnya saya bekerja di Posbakumadin Berau sebagai Admin/Paralegal namun seiring berlalunya waktu saya pun akhirnya tergesar, banyak yang mengganjal atau tidak rasio dari sistem kinerja Posbakumadin Berau di bawah kepemimpinan Pius Pati Molan, SH. Dari sistem Keuangan yang tidak Transparan, gaji yang begitu minim dan masih banyak yang lain, banyak konflik yang terjadi, kala itu saya mengirimkan Surat Pernyataan penerimaan uang perkara dan gaji atas nama Alex Suryanata, SH. Sri Wahyuni, SH. Burhanuddin, SH. Abdullah, SH. Heriyani dan saya sendiri  ke DPP Pusat di Jakarta, dan akhirnya sampailah informasi itu ke Pimpinan Cabang Berau, dan apa dikata akhirnya saya kena SP (Surat Peringatan Terakhir) SP 1 dan SP 2 tidak ada tiba” langsung SP terakhir, di bebas tugaskan selama 3 bulan tidak bekerja, akhirnya saya langsung membuat surat pengunduran diri dari Posbakumadin Berau,  tak perlu disesali semua ada hikmahnya.
Ibarat gayung bersambut saya di telpon Bunda Peradin untuk ke Balikpapan, kebetulan admin di Balikpapan resign tanggal 17 Maret 2017 akhirnya saya kembali bekerja di bawah naungan Organisasi Posbakumadin Pc Balikpapan. Itulah saya bertemu dengan sang inspirasi penyanyi yang menjadi Advokat M. Nor atau biasa di sapa dengan Budi.

Tekat kuat tertanam dalam diri untuk bisa menjadi seorang Advokat itulah saya, salah satu impian yang harus terwujud dalam kehidupan pribadi saya ini, walaupun saya lulusan D2 Manajemen Informatika tak ada halangan dengan itu, saya akan berusaha untuk kembali kuliah dengan mengambil Jurusan Hukum. Kelak impian untuk menjadi seorang Advokat akan saya raih. https://youtu.be/2Eo89iHzJY0

Jumat, 22 Juli 2016

ROKOK

Saya mengangkat tema ini dari diskusi atas kajian anti rokok dan perokok, dikarenakan dualisme ini memiliki pendirian yg sangat kuat diantara masing masing perinsipnya. Tetapi saya tetap memilih anti rokok, sebab akibat pasti ada. Tapi pernah berfikir tidak ketika orang yang merokok itu dengan seenaknya merokok dan tidak berfikir orang yg terkena akibat rokok, dimna keadilan ketika orang merokok dan ada orng yang tidak bisa terkena asap rokok. Oke bolehlah ketika si perokok harus merokok karena akan memunculkan ide baru, dan alasan ketika pabrik rokok di tutup kemna perginya para pekerja yg ribuan orang harus mencari nafkah, dan ketika lebih banyak berkumpul orang yang merokok dari pada yang tidak merokok. Sekrang apa kah harus dengan merokok ide ide itu akan muncul apakah tidak ada inisatif yang lain, dan seolah rejeki itu hanya di dapat dari pabrik rokok, manusia ini banyak bumi ini luas tidak sesempit hanya mengandalkan dengan penghasilan dari pabrik rokok. Apakah kalian tidak peka terhadap orang yang sudah sekian lama bertahan untuk tidak merokok dan kalian para perokok dengan mudah merusak kesehatan mereka. Oke pendapatan terbesar negara adalah dari rokok, apakah ketika rokok itu hilang negara ini akan bangkrut???.  Dan sampai sekarang apakah ketika rokok ini pendapatan terbesar negara, bisakah membayar atau mencicil hutang indonesia yg begitu besar dan setiap tahun akan selalu bertmbah hutang negara ini. Perhatikan perjuangan orang yang telah lama mempertahankan dirinya untuk tidak merokok dan kesehatan mereka yang telah lama dirawatnya jangan lah engkau rusak, semua ini kita kembalikan pada diri masing masing dan birkan hati anda yang berbicara dan menentukan pilihan . Sebenarnya hanya ego masing masing yang tidak mau mengalah atas tindakan yang telah di perbuat.