Belajar dari Mencoba

Informasi data pribadi tentang kehidupan yang terjadi

Jumat, 22 Juli 2016

ROKOK

Saya mengangkat tema ini dari diskusi atas kajian anti rokok dan perokok, dikarenakan dualisme ini memiliki pendirian yg sangat kuat diantara masing masing perinsipnya. Tetapi saya tetap memilih anti rokok, sebab akibat pasti ada. Tapi pernah berfikir tidak ketika orang yang merokok itu dengan seenaknya merokok dan tidak berfikir orang yg terkena akibat rokok, dimna keadilan ketika orang merokok dan ada orng yang tidak bisa terkena asap rokok. Oke bolehlah ketika si perokok harus merokok karena akan memunculkan ide baru, dan alasan ketika pabrik rokok di tutup kemna perginya para pekerja yg ribuan orang harus mencari nafkah, dan ketika lebih banyak berkumpul orang yang merokok dari pada yang tidak merokok. Sekrang apa kah harus dengan merokok ide ide itu akan muncul apakah tidak ada inisatif yang lain, dan seolah rejeki itu hanya di dapat dari pabrik rokok, manusia ini banyak bumi ini luas tidak sesempit hanya mengandalkan dengan penghasilan dari pabrik rokok. Apakah kalian tidak peka terhadap orang yang sudah sekian lama bertahan untuk tidak merokok dan kalian para perokok dengan mudah merusak kesehatan mereka. Oke pendapatan terbesar negara adalah dari rokok, apakah ketika rokok itu hilang negara ini akan bangkrut???.  Dan sampai sekarang apakah ketika rokok ini pendapatan terbesar negara, bisakah membayar atau mencicil hutang indonesia yg begitu besar dan setiap tahun akan selalu bertmbah hutang negara ini. Perhatikan perjuangan orang yang telah lama mempertahankan dirinya untuk tidak merokok dan kesehatan mereka yang telah lama dirawatnya jangan lah engkau rusak, semua ini kita kembalikan pada diri masing masing dan birkan hati anda yang berbicara dan menentukan pilihan . Sebenarnya hanya ego masing masing yang tidak mau mengalah atas tindakan yang telah di perbuat.

Waktu

Sulit untuk memanfaatkan yang namaya waktu ia selalu berlalu begitu saja tanpa ada yang di dapat sama sekali. Bergulir setiap harinya begitu begitu saja, terulang apa yang telah terjadi itu itu saja. Tidak pernah berfikir untuk lebih maju kedepan, sedangkan pepatah pernah mengatakan kemarin adalah masa lalu sekarang adalah kenyataan yang sedang dihadapi dan besok adalah masa depan, jika hari kemarin sama dengan hari ini maka merugilah. Itu sudah pasti yang namanya waktu. Terlihat seperti sama waktu tetap 24 jam dalam sehari selalu begitu setiap harinya, namun ia tidak bisa kembali apabila sudah berlalu, pertanyaannya kamu gunakan untuk apa waktu yang telah berlalu?... apakah kamu habiskan dengan begitu saja, atau malah tidak pernah berfikir untuk digunakan apa waktu yang ada ini... dulu saya punya impian setiap tahun dan setiap bulan apa yang harus saya capai, sekarang itu semua seperti mimpi disiang bolong yang tidak mungkin lagi bisa saya lakukan. Klo saya perhatikan pagi hari saya bangun tidur saja pukul 9 atau 10 setelah itu santai santai lihat medsos di gadget android saya hingga bisa menghabiskan 1 jam atau lebih, baru bergegas untuk mandi, di wc pun sebelum mandi pasti menghayal dahulu yang tidak jelas, mandi itu pun sekenanya saja asal basah dan terkena sabun saja itu sudah cukup, setelah itu bersih - bersih kamar sampai badan berkeringat lagi padahal baru saja selesai mandi, itu pun masih pakai handuk belum pakai pakaian setelah bersih baru pakai baju. Setelah itu masak yang dimasak pun setiap harinya hanya mie instan dan telor itu - itu saja makan sambil nonton tv. Dah setelah itu santai santai di depan tv sampai tertidur lagi. Begitu - begitu terus waktu berulang - ulang dimana saya akan sukses waktu sudah tidak bisa saya gunakan dengan sebaik - baiknya. Sudah terlena tidak punya harapan, cita - cita terkubur dalam. Tapi saya sadar saya harus bangkit lagi saya harus sukses. Saya harus mengatur ulang kegiatan saya setiap harinya, setiap waktu yang berlalu harus bisa saya pertanggung jawabkan saya gunakan untuk apa saja. Cita - cita harus tetap menyala seperti matahari yang tidak pernah padam ia selalu mengeluarkan hawa panas efek dari matahari itu, begitu pun saya harus bisa seperti matahari cita-cita ini harus memberikan efek yang akan menuju impian saya. Waktu harus bisa saya gunakan semaksimal mungkin demi suksesnya saya dimasa depan.