Disinilah baru aku sadari ternyata yang telah aku jalani
yang sebelumnya terasa nyaman dan indah, hanya bohong belaka yang kudapat, dari
sifat yang sebelumnya perhatian sekali, sekarang acuh tak acuh.
Why . . .
Aku bingung kenapa harus begini, begini kah yang harus
kudapat kan, begin kah yang harus ku
terima, begini kah rasanya, harus berapa kali rasa sakit yang ku terima, begitu
susah aku sebelumnya membuka rasa ini ke orang, kau memnita kepastian dari ku
untuk menjawab dari sebuah kepastian dan tidak langsung ku jawab, dikarenakan
aku tidak ingin terulang kembali merasakan rasa sakit yang kuterima, tapi
kenyataannya, aku salah aku salah dalam memberi jawaban itu, dia hanya memberi kesenangan
itu didepan. Betapa bodohnya diri ini hanya cuman sebagai tempat singgah sementara
orang yang merasa kesepian, setelah hilang rasa sepi nya hilang pula diri ku
dihadapanya.
Hau, , , seperti ini sangat menyiksa.
Memang aku sadar aku bersalah di hadapa mu aku berbuat
kesalahan yang fatal. Dimana aku disitu membuat kamu “Blank” . dan kamu tidak
menyukainya. Oke aku minta maaf sedalam dalamnya,
Aku sangat menyesal sekali aku menyakiti orang yang aku sayang
dan aku bejanji apabila terulang kembali kamu boleh tinggalkan aku sejauh
jauhnya, lupakan semua kenangan yang pernah ada, angggap tidak pernah terjadi apa
pun itu tentang diriku.
Aku hanaya ingin punya orang yang selalu menyemangati aku
dikala aku terpuruk, di kala aku down, dikala aku kesepian, di kala aku
bahagia.
Yang bisa menuntun aku dijalan yang benar, membimbing membenarkan
apabila aku bersalah, rasanya tidak ada yang pantas yang aku dapatkan semuanya,
aku sedih aku terpuruk aku terpukul sekali.
Terimakasih atas segalanya yang telah kamu bagi dengan aku
pengalamanmu, ceritamu, canda tawamu, amarahmu, tangismu evriting…. Semua menjadi
warna warni kehidupan ku.
Aku menghargai kehebatanmu, aku menghargai pilihanmu, aku
menyanjung talentamu.
Itu lah jalan yang kamu pilih untuk tidak akan sayang lagi
ke aku, rasa sayang mu kepada ku sudah hilang, terhapus dari hati memorimu.
Kamu mungkin sudah mendapatkan orang yang lebih baik dari
ku, lebih sayang kamu, lebih perhatian, lebih cocok kamu pilih, dan lebih
nyaman bersama nya. Satu hal yang aku inginkan jangan mengecewakan orang yang
telah sayang kepada kamu, yang pernah hadir di rasa perasaan mu. Yang pernah
peduli dengan kamu, dan jangan jadikan perasaan sebagai game.
Selamat semoga kamu bisa bahagia bersama pilihanmu. . .
Walaupun kamu sudah tidak ada rasa sayang lagi ke aku, kamu
tidak peduli kamu cuek, bolehkan aku menyimpan rasa sayang ini.
Maafkan aku yang gagal membuat kamu bahagia. Oh ia,
kesehatan itu “penting” segalanya. Jangan remehkan penyakit.





