Saya mengangkat tema ini dari diskusi atas kajian anti rokok dan perokok, dikarenakan dualisme ini memiliki pendirian yg sangat kuat diantara masing masing perinsipnya. Tetapi saya tetap memilih anti rokok, sebab akibat pasti ada. Tapi pernah berfikir tidak ketika orang yang merokok itu dengan seenaknya merokok dan tidak berfikir orang yg terkena akibat rokok, dimna keadilan ketika orang merokok dan ada orng yang tidak bisa terkena asap rokok. Oke bolehlah ketika si perokok harus merokok karena akan memunculkan ide baru, dan alasan ketika pabrik rokok di tutup kemna perginya para pekerja yg ribuan orang harus mencari nafkah, dan ketika lebih banyak berkumpul orang yang merokok dari pada yang tidak merokok. Sekrang apa kah harus dengan merokok ide ide itu akan muncul apakah tidak ada inisatif yang lain, dan seolah rejeki itu hanya di dapat dari pabrik rokok, manusia ini banyak bumi ini luas tidak sesempit hanya mengandalkan dengan penghasilan dari pabrik rokok. Apakah kalian tidak peka terhadap orang yang sudah sekian lama bertahan untuk tidak merokok dan kalian para perokok dengan mudah merusak kesehatan mereka. Oke pendapatan terbesar negara adalah dari rokok, apakah ketika rokok itu hilang negara ini akan bangkrut???. Dan sampai sekarang apakah ketika rokok ini pendapatan terbesar negara, bisakah membayar atau mencicil hutang indonesia yg begitu besar dan setiap tahun akan selalu bertmbah hutang negara ini. Perhatikan perjuangan orang yang telah lama mempertahankan dirinya untuk tidak merokok dan kesehatan mereka yang telah lama dirawatnya jangan lah engkau rusak, semua ini kita kembalikan pada diri masing masing dan birkan hati anda yang berbicara dan menentukan pilihan . Sebenarnya hanya ego masing masing yang tidak mau mengalah atas tindakan yang telah di perbuat.






0 komentar:
Posting Komentar