Belajar dari Mencoba

Informasi data pribadi tentang kehidupan yang terjadi

Sabtu, 19 September 2015

KETIKA DIA MENINGGALKANMU. . .

Disinilah baru aku sadari ternyata yang telah aku jalani yang sebelumnya terasa nyaman dan indah, hanya bohong belaka yang kudapat, dari sifat yang sebelumnya perhatian sekali, sekarang acuh tak acuh.
Why . . .
Aku bingung kenapa harus begini, begini kah yang harus kudapat  kan, begin kah yang harus ku terima, begini kah rasanya, harus berapa kali rasa sakit yang ku terima, begitu susah aku sebelumnya membuka rasa ini ke orang, kau memnita kepastian dari ku untuk menjawab dari sebuah kepastian dan tidak langsung ku jawab, dikarenakan aku tidak ingin terulang kembali merasakan rasa sakit yang kuterima, tapi kenyataannya, aku salah aku salah dalam memberi jawaban itu, dia hanya memberi kesenangan itu didepan. Betapa bodohnya diri ini hanya cuman sebagai tempat singgah sementara orang yang merasa kesepian, setelah hilang rasa sepi nya hilang pula diri ku dihadapanya.
Hau, , , seperti ini sangat menyiksa.
Memang aku sadar aku bersalah di hadapa mu aku berbuat kesalahan yang fatal. Dimana aku disitu membuat kamu “Blank” . dan kamu tidak menyukainya. Oke aku minta maaf sedalam dalamnya,
Aku sangat menyesal sekali aku menyakiti orang yang aku sayang dan aku bejanji apabila terulang kembali kamu boleh tinggalkan aku sejauh jauhnya, lupakan semua kenangan yang pernah ada, angggap tidak pernah terjadi apa pun itu tentang diriku.
Aku hanaya ingin punya orang yang selalu menyemangati aku dikala aku terpuruk, di kala aku down, dikala aku kesepian, di kala aku bahagia.
Yang bisa menuntun aku dijalan yang benar, membimbing membenarkan apabila aku bersalah, rasanya tidak ada yang pantas yang aku dapatkan semuanya, aku sedih aku terpuruk aku terpukul sekali.
Terimakasih atas segalanya yang telah kamu bagi dengan aku pengalamanmu, ceritamu, canda tawamu, amarahmu, tangismu evriting…. Semua menjadi warna warni kehidupan ku.
Aku menghargai kehebatanmu, aku menghargai pilihanmu, aku menyanjung talentamu.
Itu lah jalan yang kamu pilih untuk tidak akan sayang lagi ke aku, rasa sayang mu kepada ku sudah hilang, terhapus dari hati memorimu.
Kamu mungkin sudah mendapatkan orang yang lebih baik dari ku, lebih sayang kamu, lebih perhatian, lebih cocok kamu pilih, dan lebih nyaman bersama nya. Satu hal yang aku inginkan jangan mengecewakan orang yang telah sayang kepada kamu, yang pernah hadir di rasa perasaan mu. Yang pernah peduli dengan kamu, dan jangan jadikan perasaan sebagai game.
Selamat semoga kamu bisa bahagia bersama pilihanmu. . .
Walaupun kamu sudah tidak ada rasa sayang lagi ke aku, kamu tidak peduli kamu cuek, bolehkan aku menyimpan rasa sayang ini.

Maafkan aku yang gagal membuat kamu bahagia. Oh ia, kesehatan itu “penting” segalanya. Jangan remehkan penyakit. 

0 komentar:

Posting Komentar