Terkadang rasa jengkel itu muncul ketika suatu yang kita
harpakan tidak pernah ada, apa lagi di tambah keadaan yang tidak mendukung di
saat diri ini betul – betul ingin membutuhkan suatu kabarnya, ceritanya, canda
tawanya, dan hal – hal aneh yang bisa membuat perasaan ini jadi berwarna, tapi
kenyataan setelah kamu kabari apa yang kamu dapat, di biarin ngobrol sama yang
lain di cuekin apa itu sebenarnya yang kamu inginkan . . . . TIDAK DAN TDAK .
Trus kamu bisa apa, menyalahkan dia, siapa kamu. Terkadang pula
sebenarnya kamu sudah terlalu sering menyakiti nya dengan sifat – sifat kamu
yang sok sibuk, cuek, acuh tak acuh, dan masih banyak yang lain deh,
Maaf dan maaf hati ini terlalu sakit untuk memendam rasa
bersalah yang telah ku perbuat, tapi jujur mungkin ini pertama yang ku lakukan
untuk memperjuangkan seseorang dari sebelumnya, untuk mengatakan sifat cuek ku,
masa bodoh dengan semuanya, tap ku berusaha untuk menjaga hati ini tetap pada
dirimu. Walaupun tidak sesuai dengan yang diinginkan diantara dua orang yang
mengharapkan. Oh betapa bodohnya diri ini. Kebodohanku ini lah yang mengatakan
aku serius dengan kamu. Walau banyak kabar burung yang berseleweran hinggap di
telinga tentang diri ini yang berubah 90 derajat dikarenakan seseorang, ia
betul karena seseorang kita harus berubah siapa pendamping kamu yang akan memotifasi
atau malahan menjatuhkan dirimu kesuatu tempat yang jauh. . .






0 komentar:
Posting Komentar