Belajar dari Mencoba

Informasi data pribadi tentang kehidupan yang terjadi

Sabtu, 19 September 2015

BOLEHKAH AKU CEMBURU

Terkadang rasa jengkel itu muncul ketika suatu yang kita harpakan tidak pernah ada, apa lagi di tambah keadaan yang tidak mendukung di saat diri ini betul – betul ingin membutuhkan suatu kabarnya, ceritanya, canda tawanya, dan hal – hal aneh yang bisa membuat perasaan ini jadi berwarna, tapi kenyataan setelah kamu kabari apa yang kamu dapat, di biarin ngobrol sama yang lain di cuekin apa itu sebenarnya yang kamu inginkan . . . .  TIDAK DAN TDAK .
Trus kamu bisa apa, menyalahkan dia, siapa kamu. Terkadang pula sebenarnya kamu sudah terlalu sering menyakiti nya dengan sifat – sifat kamu yang sok sibuk, cuek, acuh tak acuh, dan masih banyak yang lain deh,

Maaf dan maaf hati ini terlalu sakit untuk memendam rasa bersalah yang telah ku perbuat, tapi jujur mungkin ini pertama yang ku lakukan untuk memperjuangkan seseorang dari sebelumnya, untuk mengatakan sifat cuek ku, masa bodoh dengan semuanya, tap ku berusaha untuk menjaga hati ini tetap pada dirimu. Walaupun tidak sesuai dengan yang diinginkan diantara dua orang yang mengharapkan. Oh betapa bodohnya diri ini. Kebodohanku ini lah yang mengatakan aku serius dengan kamu. Walau banyak kabar burung yang berseleweran hinggap di telinga tentang diri ini yang berubah 90 derajat dikarenakan seseorang, ia betul karena seseorang kita harus berubah siapa pendamping kamu yang akan memotifasi atau malahan menjatuhkan dirimu kesuatu tempat yang jauh. . . 

0 komentar:

Posting Komentar